Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu,Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah, "Wahai umatku,kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang,saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya
didunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas
menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang didalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,"kata
Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. > "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku" - "Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii" - "Umatku, umatku, umatku" Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi... Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita untuk mentaati semua perintah ALLAH s.w.t. cara yang ditunjukkan oleh Rasul s.a.w.
Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka...
Showing posts with label Iktibar. Show all posts
Showing posts with label Iktibar. Show all posts
Monday, March 01, 2010
Tuesday, December 22, 2009
Semoga bermanfaat untuk kita (Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz)
Kuwasiatkan bagi seluruh kaum muslimin untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wata'ala dan mempelajari agama di berbagai madrasah ataupun tempat menuntut ilmu agama lainnya, dan hendaknya mereka bertanya kepada ulama mengenai hukum-hukum agama yang masih menjadi permasalahan bagi mereka, karena Allah ta’ala berfirman:
“Maka bertanyalah kepada orang-orang yang berilmu, jika kalian tidak mengetahui.” (Al-Anbiya: 7)
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memahamkannya dalam agama.”
Adapun perkara yang paling penting dalam menuntut ilmu adalah membaca Al Qur’an Al Karim dan memahami maknanya, serta mencurahkan perhatian dan mempelajari sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, juga mengambil faidah dari kitab-kitab ahlus sunnah, kitab tafsir Al Qur’an Al Karim, dan kitab-kitab yang menerangkan hadits-hadits Nabi Shallallahu'alaihi wasallam buah karya para ulama yang terkenal dengan keilmuannya, kebaikan agama dan akidahnya. Rasul Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya)
Beliau Shallallahu'alaihi wasallam juga mengatakan:
“Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Dan tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu dari rumah-rumah Allah mereka membaca Kitabullah dan saling mengajarkannya di antara mereka, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi oleh rahmah, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka kepada siapa saja yang ada di sisi-Nya. Barangsiapa yang berlambat-lambat dalam amalannya, niscaya tidak akan bisa dipercepat oleh nasabnya.” (HR. Muslim dalam Shahih-nya)
Telah diketahui bahwasanya mempelajari syariat Allah -yang untuk tujuan itulah manusia diciptakan- adalah kewajiban yang paling penting. Allah telah memudahkan jalan untuk menuntut ilmu bagi semua orang, baik itu melalui siaran Idza’ah Al Qur’an Al Karim, Nur ‘alad Darb maupun halaqah-halaqah ilmu yang diadakan di masjid, atau melalui kajian intensif ilmiah dan media yang lain. Seorang mukmin ataupun mukminah wajib untuk memperhatikan dan mengambil faidah darinya, di mana pun dia berada.
Yang perlu diperhatikan adalah larangan menyimak segala sesuatu yang dapat merusak hati dan akhlak, seperti nyanyian, kaset-kaset yang menyimpang, atau pun alat-alat musik. Semua ini merusak hati dan akhlak, sehingga wajib untuk memperingatkannya dan menasihatkan untuk meninggalkannya, dalam rangka mengamalkan firman Allah Subhanahu wata'ala:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia berada di dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan orang-orang yang saling berwasiat dengan al haq dan saling berwasiat di dalam kesabaran.” (Al-‘Ashr: 1-3)
Dan sabda Nabi Shallallahu'alaihi wasallam:
“Agama ini adalah nasihat.” Kemudian ditanyakan kepada beliau, “Untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau mengatakan, “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, dan untuk para imam kaum muslimin dan orang-orang awam di kalangan mereka.” (Shahih, HR. Muslim dalam Shahih-nya)
Perkara yang harus diperhatikan sungguh-sungguh dan harus saling diwasiatkan oleh kaum muslimin semuanya, adalah menyeru manusia kepada Allah Subhanahu wata'ala dan memerintahkan mereka pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Karena hal ini merupakan sebab terbesar yang dapat memperbaiki hati dan masyarakat. Dengannya kemuliaan mereka akan tampak dan kehinaan akan tertutupi. Dalil-dalil tentang hal ini sangatlah banyak, di antaranya surat Al-‘Ashr dan hadits Ad-Diinu An-Nashihah di atas.
Termasuk pula firman Allah Subhanahu wata'ala:
“Dan saling tolong-menolonglah kalian di dalam kebaikan dan takwa dan janganlah kalian saling tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah: 2)
“Dan orang laki-laki yang beriman dan wanita yang beriman adalah wali sebagian yang lain. Mereka saling memerintahkan kepada hal yang ma’ruf dan melarang kepada yang mungkar dan mereka mendirikan shalat dan mereka menunaikan zakat. Dan mereka menaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang selalu dirahmati oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mulia dan Maha Sempurna Hikmah- Nya.” (At-Taubah: 71)
Dan sabda Nabi Shallallahu'alaihi wasallam:
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia mendapatkan pahala semisal dengan orang yang melakukannya.” (Shahih, HR. Muslim dalam Shahih-nya)
“Barangsiapa di antara kalian yang melihat satu kemungkaran hendaknya ia mengubah dengan tangannya, apabila ia tidak mampu maka hendaknya ia mengubahnya dengan lisannya, namun apabila ia tidak mampu maka dengan hatinya dan ini adalah selemah-lemah keimanan.” (Shahih, HR. Muslim dalam Shahih-nya)
Di samping itu masih banyak ayat-ayat serta hadits-hadits dalam masalah ini.
Tidak diragukan lagi bahwa kewajiban para pengajar lebih berat daripada kewajiban murid-muridnya. Wajib bagi mereka untuk memperhatikan anak didiknya dan mengarahkan mereka agar memiliki akhlak mulia, sifat-sifat yang terpuji serta mengamalkan apa yang telah mereka ketahui. Kewajiban para pengajar wanita adalah bertakwa kepada Allah dalam mendidik murid-murid perempuan mereka, dan mengajarkan kepada mereka akhlak mulia yang dilandasi oleh agama dan aqidah yang benar di dalam setiap pelajaran dan nasihat, sehingga akan muncul generasi yang shalih dari kalangan para pelajar dan pengajar, kelak di kemudian hari.
Kewajiban para pengajar merupakan sesuatu yang besar, demikian pula dakwah kepada Allah ta’ala merupakan kewajiban yang besar bagi setiap orang. Oleh karena itu, setiap orang yang berilmu wajib mengajari anak-anaknya serta keluarganya dan selain mereka sesuai kemampuannya. Begitu pula setiap wanita yang berilmu, wajib mengajari anak-anak, saudara perempuannya dan para wanita di sekelilingnya. Hendaknya ia mengambil kesempatan dalam pertemuan-pertemuan, seperti walimah dan yang lainnya, untuk berdakwah kepada Allah dan memerintahkan perkara yang ma’ruf serta mencegah dari perkara-perkara yang mungkar, memberikan peringatan kepada kaumnya, mengajari serta memberi petunjuk kepada mereka. Ketika melihat saudaranya ber-tabarruj di hadapan laki-laki atau di jalanan, hendaknya ia melarang dan memperingatkannya dari perbuatan seperti itu. Ia harus pula memperingatkan anak-anak, saudara-saudara perempuan ataupun tetangga dan selain mereka, dari rasa malas menunaikan shalat, mengajak mereka untuk melakukan kebaikan dan melarang mereka dari kemungkaran. Inilah kewajiban setiap orang, sebagaimana Allah Subhanahu wata'ala berfirman:
“Dan laki-laki yang beriman dan perempuan yang beriman sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain.” (At-Taubah: 71)
Makna / auliya disini adalah bahwasanya mereka saling mencintai karena Allah sehingga mereka tidak saling bermusuhan. Seorang mukmin adalah wali bagi saudaranya sesama muslim, demikian juga seorang mukminah adalah wali bagi bagi saudaranya yang muslim.
Kiriman : Akhi Nailul Fardi
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ
“Maka bertanyalah kepada orang-orang yang berilmu, jika kalian tidak mengetahui.” (Al-Anbiya: 7)
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memahamkannya dalam agama.”
Adapun perkara yang paling penting dalam menuntut ilmu adalah membaca Al Qur’an Al Karim dan memahami maknanya, serta mencurahkan perhatian dan mempelajari sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, juga mengambil faidah dari kitab-kitab ahlus sunnah, kitab tafsir Al Qur’an Al Karim, dan kitab-kitab yang menerangkan hadits-hadits Nabi Shallallahu'alaihi wasallam buah karya para ulama yang terkenal dengan keilmuannya, kebaikan agama dan akidahnya. Rasul Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya)
Beliau Shallallahu'alaihi wasallam juga mengatakan:
“Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Dan tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu dari rumah-rumah Allah mereka membaca Kitabullah dan saling mengajarkannya di antara mereka, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi oleh rahmah, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka kepada siapa saja yang ada di sisi-Nya. Barangsiapa yang berlambat-lambat dalam amalannya, niscaya tidak akan bisa dipercepat oleh nasabnya.” (HR. Muslim dalam Shahih-nya)
Telah diketahui bahwasanya mempelajari syariat Allah -yang untuk tujuan itulah manusia diciptakan- adalah kewajiban yang paling penting. Allah telah memudahkan jalan untuk menuntut ilmu bagi semua orang, baik itu melalui siaran Idza’ah Al Qur’an Al Karim, Nur ‘alad Darb maupun halaqah-halaqah ilmu yang diadakan di masjid, atau melalui kajian intensif ilmiah dan media yang lain. Seorang mukmin ataupun mukminah wajib untuk memperhatikan dan mengambil faidah darinya, di mana pun dia berada.
Yang perlu diperhatikan adalah larangan menyimak segala sesuatu yang dapat merusak hati dan akhlak, seperti nyanyian, kaset-kaset yang menyimpang, atau pun alat-alat musik. Semua ini merusak hati dan akhlak, sehingga wajib untuk memperingatkannya dan menasihatkan untuk meninggalkannya, dalam rangka mengamalkan firman Allah Subhanahu wata'ala:
وَالْعَصْرِ إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia berada di dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan orang-orang yang saling berwasiat dengan al haq dan saling berwasiat di dalam kesabaran.” (Al-‘Ashr: 1-3)
Dan sabda Nabi Shallallahu'alaihi wasallam:
الدّين النّصيحة، قلنا : لمن ؟ قال : للّه ولكتابه ولرسوله و لأءمّةالمسلمين وعامّتهم
“Agama ini adalah nasihat.” Kemudian ditanyakan kepada beliau, “Untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau mengatakan, “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, dan untuk para imam kaum muslimin dan orang-orang awam di kalangan mereka.” (Shahih, HR. Muslim dalam Shahih-nya)
Perkara yang harus diperhatikan sungguh-sungguh dan harus saling diwasiatkan oleh kaum muslimin semuanya, adalah menyeru manusia kepada Allah Subhanahu wata'ala dan memerintahkan mereka pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Karena hal ini merupakan sebab terbesar yang dapat memperbaiki hati dan masyarakat. Dengannya kemuliaan mereka akan tampak dan kehinaan akan tertutupi. Dalil-dalil tentang hal ini sangatlah banyak, di antaranya surat Al-‘Ashr dan hadits Ad-Diinu An-Nashihah di atas.
Termasuk pula firman Allah Subhanahu wata'ala:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan saling tolong-menolonglah kalian di dalam kebaikan dan takwa dan janganlah kalian saling tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah: 2)
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Dan orang laki-laki yang beriman dan wanita yang beriman adalah wali sebagian yang lain. Mereka saling memerintahkan kepada hal yang ma’ruf dan melarang kepada yang mungkar dan mereka mendirikan shalat dan mereka menunaikan zakat. Dan mereka menaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang selalu dirahmati oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mulia dan Maha Sempurna Hikmah- Nya.” (At-Taubah: 71)
Dan sabda Nabi Shallallahu'alaihi wasallam:
من دلّ على خيرفله مثل أجرفاعله (رواه مسلم
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia mendapatkan pahala semisal dengan orang yang melakukannya.” (Shahih, HR. Muslim dalam Shahih-nya)
“Barangsiapa di antara kalian yang melihat satu kemungkaran hendaknya ia mengubah dengan tangannya, apabila ia tidak mampu maka hendaknya ia mengubahnya dengan lisannya, namun apabila ia tidak mampu maka dengan hatinya dan ini adalah selemah-lemah keimanan.” (Shahih, HR. Muslim dalam Shahih-nya)
Di samping itu masih banyak ayat-ayat serta hadits-hadits dalam masalah ini.
Tidak diragukan lagi bahwa kewajiban para pengajar lebih berat daripada kewajiban murid-muridnya. Wajib bagi mereka untuk memperhatikan anak didiknya dan mengarahkan mereka agar memiliki akhlak mulia, sifat-sifat yang terpuji serta mengamalkan apa yang telah mereka ketahui. Kewajiban para pengajar wanita adalah bertakwa kepada Allah dalam mendidik murid-murid perempuan mereka, dan mengajarkan kepada mereka akhlak mulia yang dilandasi oleh agama dan aqidah yang benar di dalam setiap pelajaran dan nasihat, sehingga akan muncul generasi yang shalih dari kalangan para pelajar dan pengajar, kelak di kemudian hari.
Kewajiban para pengajar merupakan sesuatu yang besar, demikian pula dakwah kepada Allah ta’ala merupakan kewajiban yang besar bagi setiap orang. Oleh karena itu, setiap orang yang berilmu wajib mengajari anak-anaknya serta keluarganya dan selain mereka sesuai kemampuannya. Begitu pula setiap wanita yang berilmu, wajib mengajari anak-anak, saudara perempuannya dan para wanita di sekelilingnya. Hendaknya ia mengambil kesempatan dalam pertemuan-pertemuan, seperti walimah dan yang lainnya, untuk berdakwah kepada Allah dan memerintahkan perkara yang ma’ruf serta mencegah dari perkara-perkara yang mungkar, memberikan peringatan kepada kaumnya, mengajari serta memberi petunjuk kepada mereka. Ketika melihat saudaranya ber-tabarruj di hadapan laki-laki atau di jalanan, hendaknya ia melarang dan memperingatkannya dari perbuatan seperti itu. Ia harus pula memperingatkan anak-anak, saudara-saudara perempuan ataupun tetangga dan selain mereka, dari rasa malas menunaikan shalat, mengajak mereka untuk melakukan kebaikan dan melarang mereka dari kemungkaran. Inilah kewajiban setiap orang, sebagaimana Allah Subhanahu wata'ala berfirman:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ
“Dan laki-laki yang beriman dan perempuan yang beriman sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain.” (At-Taubah: 71)
Makna / auliya disini adalah bahwasanya mereka saling mencintai karena Allah sehingga mereka tidak saling bermusuhan. Seorang mukmin adalah wali bagi saudaranya sesama muslim, demikian juga seorang mukminah adalah wali bagi bagi saudaranya yang muslim.
Kiriman : Akhi Nailul Fardi
Friday, December 11, 2009
Mawaid
1. Bersihkan Rumah Dari Setiap Perhiasan Yang Menyerupai Patung-Patung Dan Berhala.
2. Banyakkan Bergaul Dengan Orang-Orang Yang Soleh Dan Melibatkan Diri Dengan Majlis-Majlis Ilmu.
3. Mudah Untuk Memberikan Kemaafan Di Atas Kesalahan Orang Lain Terhadap Kita.
4. Bila Berada Dalam Keadaan Marah Janganlah Berlebihan, Ingatlah Sifat Marah Itu Adalah Berasal Dari Syaitan.
5. Banyak Mengerjakan Sembahyang Berjemaah Terutama Di Masjid.
6. Banyakkan Berdoa, Berzikir Dan Bertahmid Kepada Allah S.W.T.
7. Banyakkan, Beristighfar Dan Memohon Taubat Kepada Allah S.W.T.
8. Cintailah Seseorang Tetapi Tidak Berlebihan.
9. Hargailah Setiap Pemberian Dan Hadiah Dari Orang Lain Kepada Kita.
10. Jangan Terlalu Tamak Pada Harta.
11. Jangan Terlalu Bercita-Cita Tinggi Terhadap Sesuatu Kedudukan.
12. Jangan Berkeinginan Terlalu Tinggi Melebihi Dari Kemampuan Diri.
13. Tidak Merasa Goyah Kerana Sesuatu Fitnah Yang Dilemparkan.
14. Jangann Mencampuri Harta Yang Halal Dengan Yang Haram.
15. Jangan Mempunyai Musuh Kecuali Iblis Dan Syaitan.
16. Jangan Terlalu Takut Kepada Kemiskinan Dan Kesusahan.
17. Jangan Melakukan Sesuatu Yang Menyebabkan Orang Lain Terganggu.
18. Jangan Berkata Sesuatu Yang Menyebabkan Orang Lain Rasa Terhina.
19. Jangan Cepat Percaya Kepada Berita Buruk Mengenai Sahabat Kita Sebelum Diperiksa Akan Kebenarannya.
20. Jangan Melengah-Lengahkan Tanggungjawab Dan Kewajiban.
21. Jangan Terlalu Banyak Membuat Hutang.
22. Jangan Terlalu Mudah Membuat Janji, Tetapi Tidak Menunaikannya.
23. Jangan Menyimpan Dendam Dan Berkeinginan Untuk Membalas Kejahatan Dengan Kejahatan.
24. Jangan Menyimpan Benci Terhadap Orang Yang Membenci Kepada Kita.
25. Jangan Membiasakan Diri Dengan Berkata Dusta Dan Berbohong.
26. Jangan Membuka Aib Orang Lain.
27. Jangan Bersedih Kerana Miskin, Dan Jangan Bersikap Sombong Kerana Kaya.
28. Jangan Menghabiskan Waktu Untuk Sekadar Mendapat Hiburan Dan Kesenangan Yang Melalaikan.
29. Jangan Ada Rasa Takut Kecuali Kepada Allah.
30. Jangan Membiasakan Diri Melakukan Dosa-Dosa Kecil.
31. Jangan Bersikap Sombong, Takabur, Angkuh Dan Besar Kepada.
32. Jangan Menzalimi Dan Mengianaya Anak-Anak Yatim.
33. Jangan Menghina Kepada Mereka Yang Suka Meminta-Minta, Hulurkan Sedekah “Kerana Allah” Sekadar Yang Mampu.
34. Jangan Membuat Dosa Terhadap Kedua Ibu Bapa.
35. Jangan Menyimpan Hasad Dengki Dan Dendam Di Atas Kejayaan Orang Lain.
36. Jadilah Seorang Insan Yang Boleh Menyumbangkan Manfaat Kepada Agama, Bangsa Dan Negara.
37. Jangan Meraih Kejayaan Di Atas Penderitaan Dan Kesengsaraan Orang Lain.
38. Jangan Mengumpul Kekayaan Tetapi Dengan Memiskinkan Orang Lain.
39. Sentiasa Berlaku Adil Dalam Setiap Urusan Dan Pekerjaan.
40. Sentiasa Memelihara Aurat Dari Pandangan Yang Bukan Mahramnya.
41. Sentiasa Menghormati Dan Menyimpan Perasaan Kasih Kepada Guru-Guru Dan Alim Ulamak.
42. Sentiasa Mengingati Kepada Kematian Dan Menyedari Bahawa Kehidupan Di Dunia Ini Adalah Sementara Sahaja.
43. Sentiasa Berlaku Adil Walaupun Diri Kita Sendiri Yang Akan Menanggung Kerugian.
44. Sentiasa Memelihara Dan Menjaga Amanah Dengan Penuh Rasa Tanggungjawab.
45. Sentiasa Memandang Kebawah Supaya Diri Kita Bersyukur Kepada Allah Di Atas Apa Yang Diberikan.
46. Jangan Berputus Asa Bila Berhadapan Dengan Kesusahan.
47. Kurangkan Percakapan Dan Perbualan Yang Mensia-Siakan.
48. Makanlah Dengan Secukupnya Tetapi Tidak Terlalu Kenyang Dan Berlebihan.
49. Membanyakkan Membaca Al Quran Dan Meghayati Maksudnya.
50. Menjauhkan Diri Dari Penyakit-Penyakit Batin.
51. Membanyakkan Sembahyang Malam (Sunat).
52. Membanyakkan Bersolawat Ke Atas Nabi Muhammad S.A.W.
53. Menyayangi Kepada Fakir Miskin Dan Sentiasa Berlaku Baik Terhadap Mereka.
54. Menganggap Setiap Pertemuan Kerana Allah Dan Perpisahan Juga Kerana Allah
55. Sentiasa Berwaspada Dan Menjauhkan Diri Dari Dosa-Dosa Besar.
56. Sentiasa Bersyukur Bila Mendapat Nikmat, Bersabar Bila Mendapat Kesulitan.
57. Sentiasa Bertawakal Di Atas Setiap Kerja Dan Amal.
58. Sentiasa Ikhlas Di Atas Setiap Kerja Dan Perbuatan.
59. Tunaikanlah Janji, Bila Telah Diikrarkan Dan Mintalah Maaf Bila Tidak Dapat Melaksanakannya.
60. Yakin Diri Setiap Kebajikan Akan Mendatangkan Kebaikan Dan Setiap Kejahatan, Akan Mendatangkan Kerosakan.
61. Sentiasa Menghormati Kepada Setiap Orang Walaupun Ianya Lebih Muda Dari Kita.
Kiriman : Akhi Nailul Fardi
2. Banyakkan Bergaul Dengan Orang-Orang Yang Soleh Dan Melibatkan Diri Dengan Majlis-Majlis Ilmu.
3. Mudah Untuk Memberikan Kemaafan Di Atas Kesalahan Orang Lain Terhadap Kita.
4. Bila Berada Dalam Keadaan Marah Janganlah Berlebihan, Ingatlah Sifat Marah Itu Adalah Berasal Dari Syaitan.
5. Banyak Mengerjakan Sembahyang Berjemaah Terutama Di Masjid.
6. Banyakkan Berdoa, Berzikir Dan Bertahmid Kepada Allah S.W.T.
7. Banyakkan, Beristighfar Dan Memohon Taubat Kepada Allah S.W.T.
8. Cintailah Seseorang Tetapi Tidak Berlebihan.
9. Hargailah Setiap Pemberian Dan Hadiah Dari Orang Lain Kepada Kita.
10. Jangan Terlalu Tamak Pada Harta.
11. Jangan Terlalu Bercita-Cita Tinggi Terhadap Sesuatu Kedudukan.
12. Jangan Berkeinginan Terlalu Tinggi Melebihi Dari Kemampuan Diri.
13. Tidak Merasa Goyah Kerana Sesuatu Fitnah Yang Dilemparkan.
14. Jangann Mencampuri Harta Yang Halal Dengan Yang Haram.
15. Jangan Mempunyai Musuh Kecuali Iblis Dan Syaitan.
16. Jangan Terlalu Takut Kepada Kemiskinan Dan Kesusahan.
17. Jangan Melakukan Sesuatu Yang Menyebabkan Orang Lain Terganggu.
18. Jangan Berkata Sesuatu Yang Menyebabkan Orang Lain Rasa Terhina.
19. Jangan Cepat Percaya Kepada Berita Buruk Mengenai Sahabat Kita Sebelum Diperiksa Akan Kebenarannya.
20. Jangan Melengah-Lengahkan Tanggungjawab Dan Kewajiban.
21. Jangan Terlalu Banyak Membuat Hutang.
22. Jangan Terlalu Mudah Membuat Janji, Tetapi Tidak Menunaikannya.
23. Jangan Menyimpan Dendam Dan Berkeinginan Untuk Membalas Kejahatan Dengan Kejahatan.
24. Jangan Menyimpan Benci Terhadap Orang Yang Membenci Kepada Kita.
25. Jangan Membiasakan Diri Dengan Berkata Dusta Dan Berbohong.
26. Jangan Membuka Aib Orang Lain.
27. Jangan Bersedih Kerana Miskin, Dan Jangan Bersikap Sombong Kerana Kaya.
28. Jangan Menghabiskan Waktu Untuk Sekadar Mendapat Hiburan Dan Kesenangan Yang Melalaikan.
29. Jangan Ada Rasa Takut Kecuali Kepada Allah.
30. Jangan Membiasakan Diri Melakukan Dosa-Dosa Kecil.
31. Jangan Bersikap Sombong, Takabur, Angkuh Dan Besar Kepada.
32. Jangan Menzalimi Dan Mengianaya Anak-Anak Yatim.
33. Jangan Menghina Kepada Mereka Yang Suka Meminta-Minta, Hulurkan Sedekah “Kerana Allah” Sekadar Yang Mampu.
34. Jangan Membuat Dosa Terhadap Kedua Ibu Bapa.
35. Jangan Menyimpan Hasad Dengki Dan Dendam Di Atas Kejayaan Orang Lain.
36. Jadilah Seorang Insan Yang Boleh Menyumbangkan Manfaat Kepada Agama, Bangsa Dan Negara.
37. Jangan Meraih Kejayaan Di Atas Penderitaan Dan Kesengsaraan Orang Lain.
38. Jangan Mengumpul Kekayaan Tetapi Dengan Memiskinkan Orang Lain.
39. Sentiasa Berlaku Adil Dalam Setiap Urusan Dan Pekerjaan.
40. Sentiasa Memelihara Aurat Dari Pandangan Yang Bukan Mahramnya.
41. Sentiasa Menghormati Dan Menyimpan Perasaan Kasih Kepada Guru-Guru Dan Alim Ulamak.
42. Sentiasa Mengingati Kepada Kematian Dan Menyedari Bahawa Kehidupan Di Dunia Ini Adalah Sementara Sahaja.
43. Sentiasa Berlaku Adil Walaupun Diri Kita Sendiri Yang Akan Menanggung Kerugian.
44. Sentiasa Memelihara Dan Menjaga Amanah Dengan Penuh Rasa Tanggungjawab.
45. Sentiasa Memandang Kebawah Supaya Diri Kita Bersyukur Kepada Allah Di Atas Apa Yang Diberikan.
46. Jangan Berputus Asa Bila Berhadapan Dengan Kesusahan.
47. Kurangkan Percakapan Dan Perbualan Yang Mensia-Siakan.
48. Makanlah Dengan Secukupnya Tetapi Tidak Terlalu Kenyang Dan Berlebihan.
49. Membanyakkan Membaca Al Quran Dan Meghayati Maksudnya.
50. Menjauhkan Diri Dari Penyakit-Penyakit Batin.
51. Membanyakkan Sembahyang Malam (Sunat).
52. Membanyakkan Bersolawat Ke Atas Nabi Muhammad S.A.W.
53. Menyayangi Kepada Fakir Miskin Dan Sentiasa Berlaku Baik Terhadap Mereka.
54. Menganggap Setiap Pertemuan Kerana Allah Dan Perpisahan Juga Kerana Allah
55. Sentiasa Berwaspada Dan Menjauhkan Diri Dari Dosa-Dosa Besar.
56. Sentiasa Bersyukur Bila Mendapat Nikmat, Bersabar Bila Mendapat Kesulitan.
57. Sentiasa Bertawakal Di Atas Setiap Kerja Dan Amal.
58. Sentiasa Ikhlas Di Atas Setiap Kerja Dan Perbuatan.
59. Tunaikanlah Janji, Bila Telah Diikrarkan Dan Mintalah Maaf Bila Tidak Dapat Melaksanakannya.
60. Yakin Diri Setiap Kebajikan Akan Mendatangkan Kebaikan Dan Setiap Kejahatan, Akan Mendatangkan Kerosakan.
61. Sentiasa Menghormati Kepada Setiap Orang Walaupun Ianya Lebih Muda Dari Kita.
Kiriman : Akhi Nailul Fardi
Wednesday, November 18, 2009
Hakikat Pernikahan
Ada banyak alasan manusia yang membuat dasar dari hakikat pernikahan. Hakikat yang seperti apakah yang paling membahagiakan? Cuba kita lihat…dan manakah pilihan kita???
1- Jika hakikat pernikahan adalah kerana NAFSU, maka pasangan rajin bertengkar jika servis di kamar tidur tidak memuaskan.
2- Jika hakikat pernikahan adalah kerana HARTA, maka pasangan bakal bubar jika bangkrap.
3- Jika hakikat pernikahan adalah kerana KECANTIKAN, pasangan bakal lari jika rambut mula beruban dan muka keripot atau badan jadi gendut.
4- Jika hakikat pernikahan adalah kerana ZURIAT, maka pasangan akan cari alasan untuk pergi jika pasangan tidak dapat memberi anak.
5- Jika hakikat pernikahan adalah kerana KEPERIBADIAN, pasangan akan lari jika orang berubah tingkah lakunya.
6- Jika hakikat pernikahan adalah kerana CINTA, hati manusia itu tidak tetap dan mudah terpikat pada hal-hal yang lebih baik, lagi pula manusia. Yang dicintai pasti MATI atau PERGI.
7- Jika hakikat pernikahan adalah kerana IBADAH kepada ALLAH, sesungguhnya ALLAH itu KEKAL dan MAHA PEMBERI HIDUP kepada makhlukNYA. Dan ALLAH mencintai hambaNYA melebihi seorang ibu mencintai bayinya. Maka tak ada alasan apapun didunia yang dapat meretakkan rumah tangga kecuali jika pasangan mendurhakai ALLAH.
Kiriman : Ukhti Fadhilah Suradin
1- Jika hakikat pernikahan adalah kerana NAFSU, maka pasangan rajin bertengkar jika servis di kamar tidur tidak memuaskan.
2- Jika hakikat pernikahan adalah kerana HARTA, maka pasangan bakal bubar jika bangkrap.
3- Jika hakikat pernikahan adalah kerana KECANTIKAN, pasangan bakal lari jika rambut mula beruban dan muka keripot atau badan jadi gendut.
4- Jika hakikat pernikahan adalah kerana ZURIAT, maka pasangan akan cari alasan untuk pergi jika pasangan tidak dapat memberi anak.
5- Jika hakikat pernikahan adalah kerana KEPERIBADIAN, pasangan akan lari jika orang berubah tingkah lakunya.
6- Jika hakikat pernikahan adalah kerana CINTA, hati manusia itu tidak tetap dan mudah terpikat pada hal-hal yang lebih baik, lagi pula manusia. Yang dicintai pasti MATI atau PERGI.
7- Jika hakikat pernikahan adalah kerana IBADAH kepada ALLAH, sesungguhnya ALLAH itu KEKAL dan MAHA PEMBERI HIDUP kepada makhlukNYA. Dan ALLAH mencintai hambaNYA melebihi seorang ibu mencintai bayinya. Maka tak ada alasan apapun didunia yang dapat meretakkan rumah tangga kecuali jika pasangan mendurhakai ALLAH.
Kiriman : Ukhti Fadhilah Suradin
Thursday, September 24, 2009
Fikir sejenak...
Doktor memulakan syarahannya dengan membawa para hadirin memikirkan sejenak dengan hadith yang maknanya sedikit sebanyak "Dalam diri-diri kamu ada kebesaran Tuhan". Doktor menyuruh kita melihat kedua tapak tangan dan perhatikan garis-garis di tapak tangan kita. Garisan-garisan di tangan kiri menunjukkan angka 8 dan 1 dalam Bahasa Arab dan tangan kanan 1 dan 8 dan membawa ke jumlah 81 + 18 = 99 iaitu bilangan nama Allah. Berikut adalah antara intipati syarahannya secara ringkas:-
1. Cara makan, kenapa kita gunakan tangan? Mengikut cara Rasulullah s.a.w, beliau akan menggaulkan lauk dan nasi dengan tangan kanannya dan kemudian membiarkan sebentar, lalu Rasullah saw akan mengambil sedikit garam menggunakan jari kecilnya(yg last tu), lalu Rasullah saw akan menghisap garam itu. Kemudian barulah Rasulullah makan nasi dan lauknya.
Mengapa? Kerana kedua belah tangan kita ada mengeluarkan 3 macam enzim, tetapi konsentrasi di tangan kanan kurang sedikit dari yg kiri. Ini adalah kerana enzim yg ada di tangan kanan itu merupakan enzim yang dapat menolong proses penghadaman (digestion), ia merupakan the first process of digestion.
Mengapa menghisap garam? Kerana garam adalah sumber mineral dari tanah yg diperlukan oleh badan kita. Dua cecah garam dari jari kita itu adalah sama dgn satu liter air mineral. Kita berasal dari tanah maka lumrahnya bahan yang asal dari bumi (tanah) inilah yg paling berkhasiat untuk kita.
Kenapa garam? Selain dari sebab ia adalah sumber mineral, garam juga adalah penawar yang paling mujarab bagi keracunan, mengikut Dr, dihospital-hospital, the first line of treatment for poisoning adalah dengan memberi Sodium Chloride, iaitu GARAM. Garam juga dapat menghalang sihir dan makhluk-makhluk halus yang ingin menggangu manusia.
2. Cara Rasulullah mengunyah - Rasulullah akan mengunyah sebanyak 40 kali untuk membiarkan makanan itu betul-betul lumat agar perut kita senang memproseskan makanan itu.
3. Membaca Basmalah (Bismillahirrahma Nirrahim). Membaca Basmalah sebelum makan untuk mengelakkan penyakit. Kerana bakteria dan racun ada membuat perjanjian dengan Allah swt, apabila Basmalah dibaca maka bakteria dan racun akan musnah dari sumber makanan itu.
Cara Rasulullah minum.
Janganlah kita minum berdiri walaupun ia makruh tetapi ia makruh yang menghampiri kepada haram. Jangan kita minum dari bekas yg besar dan jangan bernafas sedang kita minum. Kerana apabila kita minum dari bekas yg besar, lumrahnya kita akan meneguk air dan dalam proses minum itu, kita tentu akan bernafas dan menghembuskan nafas dari hidung kita. Kerana apabila kita hembus, kita akan mengeluarkan CO2 iaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dgn air H20, akan menjadi H2CO3, iaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic.
Jangan meniup air yg panas, sebabnya sama diatas.
Cara minum, seteguk bernafas, seteguk bernafas sehingga habis.
Mengapa Islam menyuruh di sebat 100 kali orang belum berkahwin yang berzina, dan merejam sehingga mati org yg sudah berkahwin yang berzina?
Badan manusia akan mengeluarkan sel-sel darah putih atau antibiotik yg dapat melawan penyakit. Dansel-sel ini terdapat di daerah tulang belakang, berdekatan dengan sum-sum tulang manusia.
Lelaki yang belum berkahwin dia akan dapat mengeluarkan beribu-ribu sel ini, manakala lelaki yang sudah berkahwin hanya dapat menghasilkan 10 unit sel ini sehari, kerana antara sebabnya ialah kerana sel-sel lain akan hilang kerana perhubungan suami isteri. Jadi apabila lelaki yang belum berkahwin didapati salah kerana zina hendaklah disebat 100 kali. Ini adalah kerana apabila dia disebat di belakangnya, suatu amaran tentang kesakitan itu akan membuatkan penghasilan beribu sel antibiotik yang dapat melawan virus HIV jika ia ada di badannya, dengan itu dapatlah antibodi melawan virus HIV itu. Tetapi jika lelaki itu sudah berkahwin,walaupun disebat 100 kali ia akan tetap menghasilkan 10 unit antibodi sahaja, jadi dengan itu hukumannya direjam hingga mati agar dia tidak dapat merebakkan virus HIV itu.
Itulah sedikit sebanyak inti syarahan yg disampaikan oleh Dr Jamnul Azhar. Harap ia akan memberi manfaat pada anda sekalian, dan sedikit informasi yang diberikan oleh Mudaris(guru) ana, Mudaris Iskandar mengenai Ka'bah.
Mengapa ia terletak di Mekah al-Mukarramah dan mengapa ia empat persegi (cube). Ia terletak di posisinya sekarang kerana setelah dibuat kajian oleh para cendikiawan dari Pakistan dan Arab, didapati, tempat terletaknya Ka'bah sekarang itu, adalah betul-betul di tengah bumi. Mengapa ia empat persegi, ia melambangkan perpaduan ummah yang bergerak maju bersama, equality and unity, tidak seperti bentuk pyramid, dimana ia diumpamakan, seperti hanya seorang pemenang yg berada diatas setelah ia memijak-mijak yang lain. Dan antara lagi sebab mengapa 4 persegi melambangkan 4 imam besar, Maliki, Hambali, Hanafi dan Syafi'i, melambangkan kebenaran keempat-empat Imam tersebut.
Sekian buat renungan bersama, Fi amanillah Jazakallah
TOLONG SEBARKAN DAN JADIKAN AMALAN BERGUNA.... BAGUS NI...
1. Cara makan, kenapa kita gunakan tangan? Mengikut cara Rasulullah s.a.w, beliau akan menggaulkan lauk dan nasi dengan tangan kanannya dan kemudian membiarkan sebentar, lalu Rasullah saw akan mengambil sedikit garam menggunakan jari kecilnya(yg last tu), lalu Rasullah saw akan menghisap garam itu. Kemudian barulah Rasulullah makan nasi dan lauknya.
Mengapa? Kerana kedua belah tangan kita ada mengeluarkan 3 macam enzim, tetapi konsentrasi di tangan kanan kurang sedikit dari yg kiri. Ini adalah kerana enzim yg ada di tangan kanan itu merupakan enzim yang dapat menolong proses penghadaman (digestion), ia merupakan the first process of digestion.
Mengapa menghisap garam? Kerana garam adalah sumber mineral dari tanah yg diperlukan oleh badan kita. Dua cecah garam dari jari kita itu adalah sama dgn satu liter air mineral. Kita berasal dari tanah maka lumrahnya bahan yang asal dari bumi (tanah) inilah yg paling berkhasiat untuk kita.
Kenapa garam? Selain dari sebab ia adalah sumber mineral, garam juga adalah penawar yang paling mujarab bagi keracunan, mengikut Dr, dihospital-hospital, the first line of treatment for poisoning adalah dengan memberi Sodium Chloride, iaitu GARAM. Garam juga dapat menghalang sihir dan makhluk-makhluk halus yang ingin menggangu manusia.
2. Cara Rasulullah mengunyah - Rasulullah akan mengunyah sebanyak 40 kali untuk membiarkan makanan itu betul-betul lumat agar perut kita senang memproseskan makanan itu.
3. Membaca Basmalah (Bismillahirrahma Nirrahim). Membaca Basmalah sebelum makan untuk mengelakkan penyakit. Kerana bakteria dan racun ada membuat perjanjian dengan Allah swt, apabila Basmalah dibaca maka bakteria dan racun akan musnah dari sumber makanan itu.
Cara Rasulullah minum.
Janganlah kita minum berdiri walaupun ia makruh tetapi ia makruh yang menghampiri kepada haram. Jangan kita minum dari bekas yg besar dan jangan bernafas sedang kita minum. Kerana apabila kita minum dari bekas yg besar, lumrahnya kita akan meneguk air dan dalam proses minum itu, kita tentu akan bernafas dan menghembuskan nafas dari hidung kita. Kerana apabila kita hembus, kita akan mengeluarkan CO2 iaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dgn air H20, akan menjadi H2CO3, iaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic.
Jangan meniup air yg panas, sebabnya sama diatas.
Cara minum, seteguk bernafas, seteguk bernafas sehingga habis.
Mengapa Islam menyuruh di sebat 100 kali orang belum berkahwin yang berzina, dan merejam sehingga mati org yg sudah berkahwin yang berzina?
Badan manusia akan mengeluarkan sel-sel darah putih atau antibiotik yg dapat melawan penyakit. Dansel-sel ini terdapat di daerah tulang belakang, berdekatan dengan sum-sum tulang manusia.
Lelaki yang belum berkahwin dia akan dapat mengeluarkan beribu-ribu sel ini, manakala lelaki yang sudah berkahwin hanya dapat menghasilkan 10 unit sel ini sehari, kerana antara sebabnya ialah kerana sel-sel lain akan hilang kerana perhubungan suami isteri. Jadi apabila lelaki yang belum berkahwin didapati salah kerana zina hendaklah disebat 100 kali. Ini adalah kerana apabila dia disebat di belakangnya, suatu amaran tentang kesakitan itu akan membuatkan penghasilan beribu sel antibiotik yang dapat melawan virus HIV jika ia ada di badannya, dengan itu dapatlah antibodi melawan virus HIV itu. Tetapi jika lelaki itu sudah berkahwin,walaupun disebat 100 kali ia akan tetap menghasilkan 10 unit antibodi sahaja, jadi dengan itu hukumannya direjam hingga mati agar dia tidak dapat merebakkan virus HIV itu.
Itulah sedikit sebanyak inti syarahan yg disampaikan oleh Dr Jamnul Azhar. Harap ia akan memberi manfaat pada anda sekalian, dan sedikit informasi yang diberikan oleh Mudaris(guru) ana, Mudaris Iskandar mengenai Ka'bah.
Mengapa ia terletak di Mekah al-Mukarramah dan mengapa ia empat persegi (cube). Ia terletak di posisinya sekarang kerana setelah dibuat kajian oleh para cendikiawan dari Pakistan dan Arab, didapati, tempat terletaknya Ka'bah sekarang itu, adalah betul-betul di tengah bumi. Mengapa ia empat persegi, ia melambangkan perpaduan ummah yang bergerak maju bersama, equality and unity, tidak seperti bentuk pyramid, dimana ia diumpamakan, seperti hanya seorang pemenang yg berada diatas setelah ia memijak-mijak yang lain. Dan antara lagi sebab mengapa 4 persegi melambangkan 4 imam besar, Maliki, Hambali, Hanafi dan Syafi'i, melambangkan kebenaran keempat-empat Imam tersebut.
Sekian buat renungan bersama, Fi amanillah Jazakallah
TOLONG SEBARKAN DAN JADIKAN AMALAN BERGUNA.... BAGUS NI...
Wednesday, May 06, 2009
HIKMAH 5 JARI DI TANGAN MANUSIA............

Setiap manusia mempunyai 5 jari...Pelbagai hikmah dan tafsiran yang boleh diandaikan di sebalik jari manusia.
Cuba perhatikan perlahan-perlahan jari anda. Luruskan ia ke hadapan dalam keadaan terbuka. Renung dalam-dalam. Kewajipan solat 5 waktu jangan diabaikan..
Kemudian lekapkan jari di atas meja, perhatikan. Bermula daripada:
1. Jari kelingking yang kecil dan kerdil.
Seperti manusia dan apa sahaja akan bermula daripada kecil kemudian besar dan terus membesar. Itulah fitrah insan dan alam seluruhnya. Apa sahaja yang dilakukan mesti bermula daripada kecil. Bak kata pepatah ‘melentur buluh biarlah
daripada rebungnya’
Kegagalan mendidik di usia ini akan memberi kesan yang besar pada masa hadapan.
2. Jari ke-2 iaitu jari manis.
Manisnya seperti jari comel dan mulus. Apatah lagi kiranya disarungkan dengan sebentuk cincin bertatahkan berlian, bangga tak terkira. Pada ketika ini, alam remaja menjengah diri. Awas!! Di usia ini sentiasa di belenggu dengan pelbagai cabaran dan dugaan. Hanya iman dan taqwa menunjuk jalan kebenaran. Pada usia ini, anda sudah baligh dan mukalaf.
Pastinya sudah dipertanggungjawabkan segala amalan di hadapan Rabbul Jalil.
Bersediakah anda??
3. Jari ke-3 iaitu jari paling tinggi, jari hantu.
Zaman remaja ditinggalkan. Alam dewasa kian menjengah. Di peringkat umur 30-an ini seseorang itu telah mempunyai status dan identity dengan ekonomi yang kukuh serta kerjaya yang teguh. Namun, anda mesti berhati-hati kerana di kala ini banyak ‘hantu-hantu pengacau’ yang datang menggoda. Hantu hasad dengki, hantu ego, hantu tamak, hantu iri hati,
dan seribu macam hantu lagi. Kalau gagal mengawal emosi lantas terus masuk ke jerangkap nafsu dan syaitan.
Justeru itu, amal ibadat mesti dilipat gandakan.
4. Jari telunjuk.
Jari inilah yang mengungkap satu dan Allah Esa ketika menunaikan solat. Genggamkan kesemua jari dan keluarkan jari ini. Gagahnya ia sebagai penunjuk arah, menjadi contoh dan tauladan.
Manusia yang berada di tahap usia ini, hendaklah tampil sebagai model kepada generasi baru dan pembimbing yang kaya
dengan idea bernas dan minda yang hebat.
5. Akhir sekali, renung ibu jari.
Ianya besar dan pendek tetapi menunjukkan kematangan dan kehebatan yang membanggakan. Tugasnya membenarkan sesuatu dan mentafsirkan pelbagai perkara. Bak kata orang Jawa, ‘cap jempol’ atau cap jari. Kalau dia ada, semua urusan berjalan lancar. Buat generasi muda, rujuk dahulu kepada orang tua atau yang berpengalaman. Sekiranya petunjuk mereka anda patuhi, nescaya anda boleh berkata ‘good’ atau ‘yes’ sambil menggenggam semua jari dan angkat ibu jari ke atas itulah rahsia kejayaan anda.
SubhanAllah…..begitu sempurnanya ciptaan Allah. Cuba lihat sekali lagi jari anda yang kelima2nya itu. Renung dan fikir dalam-dalam………
Kiriman : Ukhti Kurratul Uyun
Monday, May 04, 2009
Lelaki Acuan Al-Quran

Lelaki Acuan Al-Quran Ialah Seorang Lelaki Yang Beriman
Yang Hatinya Disaluti Rasa Taqwa Kepada Allah SWT
Yang Sentiasa Haus Dengan Ilmu
Yang Sentiasa Dahaga Dengan Pahala
Yang Solatnya Adalah Maruah Dirinya
Yang Tidak Pernah Takut Berkata Benar
Yang Tidak Pernah Gentar Untuk Melawan Nafsu
Lelaki Acuan Al-Quran Ialah Lelaki Yang Menjaga Tuturkatanya
Yang Tidak Bermegah Dengan Ilmu Yang Dimilikinya
Yang Tidak Bermegah Dengan Harta Dunia Yang Dicarinya
Yang Sentiasa Berbuat Kebaikan Kerana Sifatnya Yang Pelindung Yang
Mempunyai Ramai Kawan Dan Tidak Mempunyai Musuh Yang Bersifat Jembalang
Lelaki Acuan Al-Quran Ialah Lelaki Yang Menghormati Ibubapanya
Yang Sentiasa Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Dan Keluarga
Yang Bakal Menjaga Keharmonian Rumahtangga
Yang Akan Mendidik Anak-Anak Dan Isteri Mendalami Agama Islam Yang
Mengamalkan Hidup Penuh Kesederhanaan Kerana Dunia Baginya Adalah
Rumah Sementara Menunggu Akhirat
Lelaki Acuan Al-Quran Sentiasa Bersedia Untuk Agamanya
Yang Hidup Di Bawah Naungan Al-Quran Dan Mencontohi Sifat
Rasulullah SAW Yang Boleh Diajak Berbincang Dan berbicara
Yang Sujudnya Penuh Kesyukuran Dengan Rahmat Allah Ke Atasnya
Lelaki Acuan Al-Quran Tidak Pernah Membazirkan Masa
Yang Matanya Kepenatan Kerana Kuat Membaca
Yang Suaranya Lesu Kerana Penat Mengaji Dan Berzikir
Yang Tidurnya Lena Dengan Cahaya Keimanan
Yang Bangun Subuhnya Penuh Dengan Kecerdasan
Kerana Sehari Lagi Usianya Bertambah Penuh Kematangan
Lelaki Acuan Al-Quran Sentiasa Mengingati Mati
Yang baginya Hidup Di Dunia Adalah Ladang Akhirat
Yang Mana Buah Kehidupan Itu Perlu Dibajai Dan Dijaga Meneruskan
Perjuangan Islam Sebelum Hari Kemudian
Lelaki Acuan Al-Quran Ialah Lelaki Yang Tidak Mudah Terpesona
Dengan Buaian Dunia Kerana Dia Mengimpikan Syurga
Di Situlah Rumah Impiannya
Bersama Wanita Acuan Al-Quran.
Kiriman : Ukhti Fadhilah Suradin
Yang Hatinya Disaluti Rasa Taqwa Kepada Allah SWT
Yang Sentiasa Haus Dengan Ilmu
Yang Sentiasa Dahaga Dengan Pahala
Yang Solatnya Adalah Maruah Dirinya
Yang Tidak Pernah Takut Berkata Benar
Yang Tidak Pernah Gentar Untuk Melawan Nafsu
Lelaki Acuan Al-Quran Ialah Lelaki Yang Menjaga Tuturkatanya
Yang Tidak Bermegah Dengan Ilmu Yang Dimilikinya
Yang Tidak Bermegah Dengan Harta Dunia Yang Dicarinya
Yang Sentiasa Berbuat Kebaikan Kerana Sifatnya Yang Pelindung Yang
Mempunyai Ramai Kawan Dan Tidak Mempunyai Musuh Yang Bersifat Jembalang
Lelaki Acuan Al-Quran Ialah Lelaki Yang Menghormati Ibubapanya
Yang Sentiasa Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Dan Keluarga
Yang Bakal Menjaga Keharmonian Rumahtangga
Yang Akan Mendidik Anak-Anak Dan Isteri Mendalami Agama Islam Yang
Mengamalkan Hidup Penuh Kesederhanaan Kerana Dunia Baginya Adalah
Rumah Sementara Menunggu Akhirat
Lelaki Acuan Al-Quran Sentiasa Bersedia Untuk Agamanya
Yang Hidup Di Bawah Naungan Al-Quran Dan Mencontohi Sifat
Rasulullah SAW Yang Boleh Diajak Berbincang Dan berbicara
Yang Sujudnya Penuh Kesyukuran Dengan Rahmat Allah Ke Atasnya
Lelaki Acuan Al-Quran Tidak Pernah Membazirkan Masa
Yang Matanya Kepenatan Kerana Kuat Membaca
Yang Suaranya Lesu Kerana Penat Mengaji Dan Berzikir
Yang Tidurnya Lena Dengan Cahaya Keimanan
Yang Bangun Subuhnya Penuh Dengan Kecerdasan
Kerana Sehari Lagi Usianya Bertambah Penuh Kematangan
Lelaki Acuan Al-Quran Sentiasa Mengingati Mati
Yang baginya Hidup Di Dunia Adalah Ladang Akhirat
Yang Mana Buah Kehidupan Itu Perlu Dibajai Dan Dijaga Meneruskan
Perjuangan Islam Sebelum Hari Kemudian
Lelaki Acuan Al-Quran Ialah Lelaki Yang Tidak Mudah Terpesona
Dengan Buaian Dunia Kerana Dia Mengimpikan Syurga
Di Situlah Rumah Impiannya
Bersama Wanita Acuan Al-Quran.
Kiriman : Ukhti Fadhilah Suradin
Wednesday, April 29, 2009
Satu Amalan Nilainya Syurga

Di padang Mahsyar segala amalan manusia ditimbang oleh Allah. Mana yang lebih banyak pahala dimasukkan ke syurga sementara yang berat timbangan dosa dihumban ke neraka. Seorang hamba Allah didapati kurang satu amalan (mata) saja untuk melayakkan dia masuk ke syurga. Jika mengikut perkiraan, dia adalah calon neraka tapi Allah Maha Penyayang akan hambanya. Allah memerintahkan orang itu mencari satu lagi mata untuk melayakkan dia ke syurga. Puas dia merayau dan mengemis dari seorang ke seorang untuk mendapatkan satu kebajikan saja namun hampa. Masing-masing memerlukan walau satu kebajikan. Kesemuanya mengatakan nasib mereka belum menentu, bagaimana hendak memberikan satu pahala.
Namun dia tidak berputus asa. Akhirnya berjumpa dengan seorang hamba Allah yang bersimpati dengannya. Dia mengatakan hidupnya bergelumang dengan dosa dan sepanjang hidupnya hanya membuat satu kebajikan saja. Padanya satu pahala itu tidak membawa sebarang makna, kerana menyangkakan dia akan masuk ke neraka akhirnya. Oleh sebab simpatinya kepada orang itu, dia memberikan satu pahala itu kepadanya. Dengan gembira yang tidak terhingga dia kembali menghadap Allah membawa pahala tersebut. Dia menerangkan apa yang berlaku. Oleh sebab sikap penderma yang pemurah itu, Allah menyuruh orang itu mencari penderma berkenaan untuk dimasukkan bersamanya ke dalam syurga.
Moral & Iktibar
Allah bersifat dengan AR-RAHIM .
Jangan remehkan kebajikan walaupun hanya amalan sunat.
Satu kebajikan amat berat timbangan di sisi Allah Satu amalan boleh meletakkan diri sama ada syurga atau neraka.
Di padang mahsyar semuanya nafsi-nafsi; masing-masing mau melepaskan diri dari azab yang pedih.
Orang yang pemurah akan dirahmati Allah yang bersifat dengan Pemurah.
Penghakiman di akhirat amat teliti serta berlandaskan keadilan yang hakiki.
Kiriman : Akhi Fauzan
Tuesday, April 07, 2009
Kebesaran Allah Di Langit
Sunday, February 22, 2009
Riwayat Asal Kejadian Nabi Adam a.s.

Pada suatu ketika Allah s.w.t. menitahkan Malaikat Jibril supaya turun ke bumi untuk mengambil sebahagian tanahnya untuk dijadikan bahan mencipta Adam. Namun ketika tiba di bumi, bumi enggan tanahnya diambil untuk dijadikan Adam, hingga bumi bersumpah, demi Allah ia tidak akan rela sebahagian tanahnya dijadikan Adam. Kerana ia bimbang kelak Adam akan berbuat maksiat kepada Allah.
Lalu Jibril kembali ke hadrat Tuhan, ia tidak dapat berbuat apa-apa apabila mendengar sumpahnya bumi. Kemudian Allah menitahkan malaikat Mikail turun pula ke bumi dengan maksud yang sama, namun setelah mendengar perkataan bumi seperti apa yang dikatakan kepada Jibril, Mikail pun tidak dapat berbuat apa-apa, kembali ke hadrat Allah dengan tangan hampa.
Akhir sekali Allah menyuruh Malaikat Izra'il turun ke bumi untuk mengambil tanah. Kata Allah: "Hai Izra'il engkau kini Aku tugaskan mengambil tanah. Meskipun bumi bersumpah-sumpah dengan ucapan bagaimanapun, jangan engkau undur. Katakan bahawa kerjakan atas perintah dan atas nama-Ku."
Setelah Izra'il tiba di atas bumi, dia berkata: "Hai bumi, ketahuilah kedatanganku ke mari atas perintah Allah dan atas nama Allah. Jika engkau membantuh atas pekerjaanku ini, bererti engkau membantah perintah Allah dan tentunya engkau tidak ingin menjadi makhluk yang durhaka kepada Allah, bukan?".
Mendengar perkataan Izra'il, maka bumi tidak dapat berkata apa-apa kecuali membiarkan Izra'il mengambil tanahnya dengan tidak banyak reaksi. Setelah Izra'il mengambil beberapa jenis tanah, kembalilah dia ke hadrat Illahi.
Kata Allah: "Ya Izra'il, pertama engkau yang Aku tugaskan untuk mengambil tanah, dan kemudian di belakang hari kelak engkau pula yang Aku tugaskan untuk mencabut roh manusia."
"Jika demikian hamba bimbang yang hamba ini akan jadi dibenci anak Adam kerana pekerjaan hamba ini," kata Izra'il.
"Tidak," jawab Allah: "Tidak mereka akan memusuhi engkau. Aku yang mengaturnya. Lalu Aku jadikan sebab-sebab untuk mendatangkan kematian mereka. Sebab terbunuh, sebab terbakar, sebab sakit dan sebagainya."
Mengikut keterangan para Ulama bahawa tanah-tanah itu adalah seperti berikut:
01. Tanah tempat bakal berdirinya Baitul Muqaddis
02. Tanah Bukit Tursina
03. Tanah Iraq
04. Tanah Aden
05. Telaga Al-Kautsar
06. Tanah tempat bakal berdirinya Baitullah
07. Tanah Paris
08. Tanah Khurisan
09. Tanah Babylon
10. Tanah India
11. Tanah Syurga Firdaus
12. Tanah Tha'if
Kata Ibnu Abbas:
* Kepala Adam dari tanah Baitul Muqaddis, kerana di situlah berada otak manusia dan di situlah tempat akal.
* Telinganya dari tanah Bukit Tursina, kerana ia alat pendengar tempat penerima nasihat.
* Dahinya dari Iraq, kerana di situ tempat sujud kepada Allah.
* Mukanya dari tanah Aden, kerana di situ tempat berhias dan tempat kecantikan.
* Mata dari tanah telaga Al-Kautsar, tempat untuk menarik perhatian.
* Giginya dari tanah telaga Al-Kautsar, tempat untuk memanis-manis.
* Tangan kanannya dari tanah ka'abah, untuk mencari nafkah dan kerja-kerja sesama manusia.
* Tangan kirinya dari tanah Paris, tempat beristinjak.
* Perutnya dari tanah Khurasan, tempat lapar dan haus.
* Kemaluannya dari tanah Babylon. Di situ tempat sex (berahi) dan tipu daya syaitan untuk menjerumuskan manusia ke lembah dosa.
* Tulang dari tanah Bukit Tursina, alat peneguh tubuh badan.
* Dua kakinya dari tanah India tempat berdiri dan berjalan.
* Hatinya dari tanah syurga Firdaus, kerana di situ tempat iman, keyakinan, ilmu, kemahuan dan sebagainya.
* Lidahnya, dari tanah Tha'if tempat mengucap kalimat syahadat, bersyukur dan berdoa kepada Tuhan.
-- Dipetik dari Mingguan Famili Disember 1997--
Kiriman : Akhi Subairi (bai)
Tuesday, February 17, 2009
Tiga Pertanyaan

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri Syam kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, siapapun yang boleh menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.
“Anda siapa? Dan apakah boleh anda menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?” Pemuda bertanya. “Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan saudara.” Jawab Guru Agama. “Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.” Jawab Guru Agama “Saya akan mencuba sejauh kemampuan saya”
Pemuda : “Saya punya 3 pertanyaan;
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan kewujudan Tuhan kepada saya
2. Apakah yang dimaksudkan dengan takdir?
3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api?, tentu tidak menyakitkan buat syaitan, sebab mereka memiliki unsur yang sama.
Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?”
Tiba-tiba Guru Agama tersebut menampar pipi si Pemuda dengan kuat. Sambil menahan kesakitan pemuda berkata “Kenapa anda marah kepada saya?” Jawab Guru Agama “Saya tidak marah… Tamparan itu adalah jawapan saya kepada 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya”.
“Saya sungguh-sungguh tidak faham”, kata pemuda itu. Guru Agama bertanya “Bagaimana rasanya tamparan saya?”. “Tentu saja saya merasakan sakit”, jawab beliau. Guru Agama bertanya ” Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?”. Pemuda itu mengangguk tanda percaya. Guru Agama bertanya lagi, “Tunjukan pada saya wujud sakit itu!” “ Tak boleh”, jawap pemuda. “Itulah jawapan pertanyaan pertama: kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.” Terang Guru Agama.
Guru Agama bertanya lagi, “Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?”. “Tidak” jawab pemuda. “Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?” “Tidak” jawab pemuda. “Itulah yang dinamakan Takdir” Terang Guru Agama.
Guru Agama bertanya lagi, “Diperbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?”. “kulit”. Jawab pemuda. “Pipi anda diperbuat dari apa?” “ Kulit “ Jawab pemuda. “Bagaimana rasanya tamparan saya?”. “Sakit.” Jawab pemuda. “Walaupun Syaitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk syaitan.” Terang Guru Agama.
Kiriman : Akhi Imam Mahalli
“Anda siapa? Dan apakah boleh anda menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?” Pemuda bertanya. “Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan saudara.” Jawab Guru Agama. “Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.” Jawab Guru Agama “Saya akan mencuba sejauh kemampuan saya”
Pemuda : “Saya punya 3 pertanyaan;
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan kewujudan Tuhan kepada saya
2. Apakah yang dimaksudkan dengan takdir?
3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api?, tentu tidak menyakitkan buat syaitan, sebab mereka memiliki unsur yang sama.
Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?”
Tiba-tiba Guru Agama tersebut menampar pipi si Pemuda dengan kuat. Sambil menahan kesakitan pemuda berkata “Kenapa anda marah kepada saya?” Jawab Guru Agama “Saya tidak marah… Tamparan itu adalah jawapan saya kepada 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya”.
“Saya sungguh-sungguh tidak faham”, kata pemuda itu. Guru Agama bertanya “Bagaimana rasanya tamparan saya?”. “Tentu saja saya merasakan sakit”, jawab beliau. Guru Agama bertanya ” Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?”. Pemuda itu mengangguk tanda percaya. Guru Agama bertanya lagi, “Tunjukan pada saya wujud sakit itu!” “ Tak boleh”, jawap pemuda. “Itulah jawapan pertanyaan pertama: kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.” Terang Guru Agama.
Guru Agama bertanya lagi, “Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?”. “Tidak” jawab pemuda. “Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?” “Tidak” jawab pemuda. “Itulah yang dinamakan Takdir” Terang Guru Agama.
Guru Agama bertanya lagi, “Diperbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?”. “kulit”. Jawab pemuda. “Pipi anda diperbuat dari apa?” “ Kulit “ Jawab pemuda. “Bagaimana rasanya tamparan saya?”. “Sakit.” Jawab pemuda. “Walaupun Syaitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk syaitan.” Terang Guru Agama.
Kiriman : Akhi Imam Mahalli
Sunday, January 25, 2009
Renung renungkanlah...
Siapa Yahudi? Siapa Orang Islam?
SEJAK 18 hari ini seluruh dunia meratap gara-gara kezaliman Israel. Tentera Zionis terus-menerus mengebom, mengganyang rakyat Palestin. Israel, nampaknyaterlalu berkuasa. Saya tidak 'berkuasa' lagi untuk mengulas panjang mengenai peperangansebelah pihak itu. Tapi saya ingin berkongsi dengan pembaca sekelian, siapasebenarnya Yahudi ini dan mengapa mereka terlalu berkuasa. Kita harus kaji secara akademik, ilmiah untuk mengetahui siapa mereka ini. Saya amat tertarik dengan tulisan seorang penulis bebas, yang juga Pengarah Eksekutif Pusat Penyelidikan dan Kajian Keselamatan (CRSS) Pakistan, Dr. Farrukh Saleem (rujuk http://www.masada20 00.org/Powerful- Jews.html ) mengenai soal tersebut.
Jadikanlah tulisan itu sebagai tatapan dan renungan kita semua - kemana kita dan ke mana umat Islam harus pergi selepas ini. Dan, siapa yang harus disalahkan? (Nota: Sedikit sebanyak ia juga akan menjawab surat-surat dan SMS yang dihantar untuk ruangan Forum, Utusan Malaysia yang meminta ditonjolkan apakah produk di belakangnya Yahudi). Begini tulisan beliau: Hanya ada 14 juta Yahudi di muka bumi ini; tujuh juta di Amerika, lima juta diAsia, dua juta di Eropah dan 100,000 di Afrika. Bagi setiap orang Yahudi ada 100orang Muslim (1:100). Namun, jika dicampur semua sekali, Yahudi lebih 100 kaliberkuasa daripada orang Islam.
Mengapa ini berlaku? Siapa mereka ini? Nabi Isa (Jesus of Nazareth) ialah Yahudi. Albert Einstein, saintis zaman modenpaling terkemuka dan disebut oleh majalah Time sebagai 'Manusia Abadini' ialah seorang Yahudi; Sigmund Freud - melalui teori id, ego dan super-ego ialah bapa psikoanalisis, juga seorang Yahudi; begitu juga Karl Marx,Paul Samuelson dan Milton Friedman.
Selain mereka banyak lagi orang Yahudi yang hasil kebijaksanaan mereka berupaya menghasilkan keperluan untuk kita semua: Benjamin Rubin memperkenalkan jarum suntikan pelalian. Johas Salk mereka vaksin polio yang pertama. Gertrude Elion mencipta ubat melawan leukemia. Baruch Blumberg mencipta vaksin Hepatitis B. Paul Ehrlichmenemukan rawatan untuk siflis. Elie Metchnikoff menang Hadiah Nobel untukpenyakit berjangkit. Bernard Katz menang Hadiah Nobel kerana kajian mengenaitransmisi neuromuskular. Andrew Schally penerima Nobel dalam kajian endokrinologi (berkaitan sistem endokrin dan kencing manis). Aaron Beck menemui terapi kognitif (rawatan mental,kesugulan dan fobia).
Gregory Pincus membangunkan pil perancang keluarga yang pertama. George Waldmenang Nobel bagi kajian mata manusia, Standley Cohen dianugerahi Hadiah Nobeldalam kajian embriologi (kajian janin dan perkembangannya) . Willem Kolffmencipta mesin dialisis (mencuci) buah pinggang. Sejak 105 tahun, 14 juta Yahudi menang 15 dozen Hadiah Nobel, sementara tiga dimenangi oleh 1.4 bilion umat Islam. Stanley Mezor mencipta mikrocip pertama. Leo Szilards membangunkan reaktor rangkaian nuklear pertama; Peter Schultz (kabel gentian optik); Charles Adler (lampu isyarat); Benno Strauss (besi tahan karat - stainless steel ); Isador Kisee (sistem suara di pawagam); Emile Berliner (mikrofon untuk telefon) dan Charles Ginsburg (alat pita rakaman).
Saudagar jenama terkaya dunia juga dikuasai Yahudi iaitu Ralph Lauren (Polo),Levis Strauss (Levi's Jeans), Howard Schultz (Starbuck's) , Sergey Brin(Google), Michael Dell (Dell Computers), Larry Ellison (Oracle), Donna Karan(DKNY), Irv Robbins (Baskin & Robbins) dan Bill Rossenberg (Dunkin Donuts). Richard Levin, presiden universiti tersohor Yale Universiti ialah seorangYahudi. Henry Kissinger, Joseph Lieberman dan Madeleine Albright (bekas-bekasSetiausaha Negara AS); Alan Greenspan (bekas pengerusi Rizab Persekutuan AS dibawah Reagan, Bush, Clinton dan Bush); Maxim Litvinov (bekas Menteri Luar SovietUnion); David Marshal (bekas Ketua Menteri pertama Singapura); Isaac Isaacs(bekas Gabenor Jeneral Australia); Benjamin Disraeli (negarawan dan penulisBritian); Yevgeny Primkov (bekas Perdana Menteri Rusia dan bekas jeneral KGB);Jorge Sampaio (bekas Presiden Portugal); Herb Gray (bekas Timbalan PerdanaMenteri Kanada); Pierre Mendes (Perdana Menteri ke-143 Perancis); Michael Howard(bekas Setiausaha Negara British); Bruno Kreisky (bekas Canselor Austria) danRobert Rubin (bekas Setiausaha Perbendaharaan AS).
Dalam dunia media, orang Yahudi yang terkemuka ialah Wolf Blitzer ( CNN );Barbara Walters ( ABC News ); Eugene Meyer ( Washington Post ); Henry Grunwald(Ketua Editor Time ); Katherine Graham (penerbit The Washington Post ); JosephLelyyeld (Editor Eksekutif, The New York Times ) dan Max Frankel ( The New YorkTimes ). Dermawan dan penyangak mata wang, George Soros ialah Yahudi. Dia menderma AS$4bilion untuk membantu ahli sains dan universiti serata dunia. Walter Annenberg menderma untuk membina ratusan perpustakaan berjumlah AS$2bilion. Di Olimpik, Mark Spitz membolot tujuh pingat emas. Lenny Krayzelburg ialahpemegang tiga kali pingat emas Olimpik. Spitz Krayzelburg dan Boris Beckeradalah Yahudi.
Tahukah anda bahawa pelakon pujaan Harrison Ford, George Burns, Tony Curtis, Charles Bronson, Sandra Bullock, Billy Cystal, Woody Allen, Paul Newman, PeterSellers, Dustin Hoffman, Michael Douglas, Ben Kingsley, Kirk Douglas, WillianShatner, Jerry Lewis dan Peter Falk semuanya Yahudi? Tambahan lagi, Hollywood sendiri diwujudkan oleh orang Yahudi. Antara pengarahdan penerbit, Steven Spielberg, Mel Brooks, Oliver Stone, Aaron Spelling (Beverly Hills 90210 ), Neil Simon ( The Odd Couple ), Andrew Vaina ( Rambo 1-2-3 ), Michael Man ( Starsky and Hutch ), Milos Forman ( One Flew Over The Cuckoo's Nest ), Douglas Fairbanks ( The Thief Of Baghdad ) and Ivan Reitman ( Ghostbusters ) - semuanya adalah Yahudi.
Mempengaruhi Washington yang merupakan ibu negara Amerika Syarikat, mempunyai satu pertubuhan lobi yang amat berkuasa. Ia dikenali sebagai Jawatankuasa Hal Ehwal Awam Amerika Israel (AIPAC) yang berupaya mempengaruhi Kongres meluluskan resolusi memuji dan 'membuat apa saja' demi Israel. Tahukah lagi bahawa William James Sidis dengan IQ 250-300 ialah manusia tercerdik. Dia ialah Yahudi.
Jadi, mengapa mereka ini terlalu berkuasa? Jawapannya: Pendidikan, pelajaran, ilmu. Mengapa umat Islam terlalu lemah? Dianggarkan 1,476,233,470 Muslim di atas muka bumi Allah ini. Satu bilion diAsia, 400 juta di Afrika, 44 juta di Eropah dan enam juta di Amerika. Setiaplima insan manusia ialah Muslim. Setiap seorang Hindu ada dua orang Islam,setiap seorang Buddha ada dua orang Islam dan setiap seorang Yahudi ada beratus orang Islam.
Mengapa orang Islam terlalu lemah? Ini jawapannya: Terdapat 57 negara anggota OIC dan jika dicampur semua cuma adakira-kira 500 buah universiti; atau sebuah universiti untuk setiap tiga jutaorang Islam. AS mempunyai 5,758 universiti dan India ada 8,407. Pada 2004, Shanghai JiaoTong Universiti membuat kajian 'Kedudukan Akademik Universiti-universi tiDunia' - dan menakjubkan - tiada satu pun universiti-negara Islam yang berada di puncak 500.
Data yang dikumpul dari UNDP, tahap celik huruf di negara maju ialah hampir 90peratus dan 15 negara itu mempunyai 100 peratus celik huruf. Negara majoritipenduduk Islam, purata kadar celik huruf ialah sekitar 40 peratus dan tiadanegara yang mempunyai 100 peratus semuanya celik huruf. Sekitar 98 peratus penduduk di negara maju menamatkan sekurang-kurang sekolah rendah, sementara hanya 50 peratus di negara majoriti Islam. Sekitar 40 peratus penduduk di negara maju memasuki universiti, sementara hanya 2 peratus di negara majoriti Islam. Negara-negara majoriti Islam mempunyai 230 ahli sains bagi setiap (per) sejutapenduduk. Di AS 4,000 per sejuta, Jepun 5,000 per sejuta.
Di seluruh negara Arab, penyelidik sepenuh masa ialah 35,000 dan hanya 50 juruteknik per sejuta(berbanding di negara maju 1,000 juruteknik per sejuta). Negara Islam membelanjakan 0.2 peratus daripada KDNK untuk penyelidikan danpembangunan (R&D) sebaliknya, di negara maju membelanjakan 5 peratus daripada KDNKnya.
Kesimpulan: Dunia Islam kurang keupayaan untuk menghasilkan ilmu pengetahuan. Akhbar harian yang dibaca oleh setiap 1,000 orang dan jumlah judul buku yangdibaca oleh setiap sejuta orang adalah dua angka tunjuk bagi menentukan sama adailmu pengetahuan disalurkan ke dalam masyarakat. Di Pakistan, hanya ada 23 akhbar harian per 1,000 rakyat Pakistan sementara nisbah di Singapura ialah 360. Di UK, jumlah judul buku per juta orang ialah 2,000 sementara di Mesir ialah 20.
Kesimpulan: Dunia Islam gagal menyalurkan ilmu pengetahuan. Yang menariknya, jumlah terkumpul KDNK tahunan 57 buah negara ahli OIC ialah dibawah AS$2 trilion. Amerika sahaja, menghasilkan barangan dan perkhidmatanbernilai AS$12 trilion, China AS$8 trilion, Jepun AS$3.8 trilion dan JermanAS$2.4 trilion. Pengeluar minyak yang kaya, Arab Saudi, UAE, Kuwait, Qatar secara rangkuman menghasilkan barangan dan perkhidmatan (rata-rata minyak) bernilai AS$500bilion; Sepanyol sahaja menghasilkan barangan dan perkhidmatan bernilai lebihAS$1 trilion, Poland AS$489 bilion dan Thailand AS$545 bilion.
Jadi, mengapa orang Islam tidak berkuasa dan orang Yahudi paling berkuasa? Jawapannya ialah: Kurangnya ilmu. Kurangnya pendidikan dan kurangnya pelajaran. See all the ways you can stay connected to friends and family.
SEJAK 18 hari ini seluruh dunia meratap gara-gara kezaliman Israel. Tentera Zionis terus-menerus mengebom, mengganyang rakyat Palestin. Israel, nampaknyaterlalu berkuasa. Saya tidak 'berkuasa' lagi untuk mengulas panjang mengenai peperangansebelah pihak itu. Tapi saya ingin berkongsi dengan pembaca sekelian, siapasebenarnya Yahudi ini dan mengapa mereka terlalu berkuasa. Kita harus kaji secara akademik, ilmiah untuk mengetahui siapa mereka ini. Saya amat tertarik dengan tulisan seorang penulis bebas, yang juga Pengarah Eksekutif Pusat Penyelidikan dan Kajian Keselamatan (CRSS) Pakistan, Dr. Farrukh Saleem (rujuk http://www.masada20 00.org/Powerful- Jews.html ) mengenai soal tersebut.
Jadikanlah tulisan itu sebagai tatapan dan renungan kita semua - kemana kita dan ke mana umat Islam harus pergi selepas ini. Dan, siapa yang harus disalahkan? (Nota: Sedikit sebanyak ia juga akan menjawab surat-surat dan SMS yang dihantar untuk ruangan Forum, Utusan Malaysia yang meminta ditonjolkan apakah produk di belakangnya Yahudi). Begini tulisan beliau: Hanya ada 14 juta Yahudi di muka bumi ini; tujuh juta di Amerika, lima juta diAsia, dua juta di Eropah dan 100,000 di Afrika. Bagi setiap orang Yahudi ada 100orang Muslim (1:100). Namun, jika dicampur semua sekali, Yahudi lebih 100 kaliberkuasa daripada orang Islam.
Mengapa ini berlaku? Siapa mereka ini? Nabi Isa (Jesus of Nazareth) ialah Yahudi. Albert Einstein, saintis zaman modenpaling terkemuka dan disebut oleh majalah Time sebagai 'Manusia Abadini' ialah seorang Yahudi; Sigmund Freud - melalui teori id, ego dan super-ego ialah bapa psikoanalisis, juga seorang Yahudi; begitu juga Karl Marx,Paul Samuelson dan Milton Friedman.
Selain mereka banyak lagi orang Yahudi yang hasil kebijaksanaan mereka berupaya menghasilkan keperluan untuk kita semua: Benjamin Rubin memperkenalkan jarum suntikan pelalian. Johas Salk mereka vaksin polio yang pertama. Gertrude Elion mencipta ubat melawan leukemia. Baruch Blumberg mencipta vaksin Hepatitis B. Paul Ehrlichmenemukan rawatan untuk siflis. Elie Metchnikoff menang Hadiah Nobel untukpenyakit berjangkit. Bernard Katz menang Hadiah Nobel kerana kajian mengenaitransmisi neuromuskular. Andrew Schally penerima Nobel dalam kajian endokrinologi (berkaitan sistem endokrin dan kencing manis). Aaron Beck menemui terapi kognitif (rawatan mental,kesugulan dan fobia).
Gregory Pincus membangunkan pil perancang keluarga yang pertama. George Waldmenang Nobel bagi kajian mata manusia, Standley Cohen dianugerahi Hadiah Nobeldalam kajian embriologi (kajian janin dan perkembangannya) . Willem Kolffmencipta mesin dialisis (mencuci) buah pinggang. Sejak 105 tahun, 14 juta Yahudi menang 15 dozen Hadiah Nobel, sementara tiga dimenangi oleh 1.4 bilion umat Islam. Stanley Mezor mencipta mikrocip pertama. Leo Szilards membangunkan reaktor rangkaian nuklear pertama; Peter Schultz (kabel gentian optik); Charles Adler (lampu isyarat); Benno Strauss (besi tahan karat - stainless steel ); Isador Kisee (sistem suara di pawagam); Emile Berliner (mikrofon untuk telefon) dan Charles Ginsburg (alat pita rakaman).
Saudagar jenama terkaya dunia juga dikuasai Yahudi iaitu Ralph Lauren (Polo),Levis Strauss (Levi's Jeans), Howard Schultz (Starbuck's) , Sergey Brin(Google), Michael Dell (Dell Computers), Larry Ellison (Oracle), Donna Karan(DKNY), Irv Robbins (Baskin & Robbins) dan Bill Rossenberg (Dunkin Donuts). Richard Levin, presiden universiti tersohor Yale Universiti ialah seorangYahudi. Henry Kissinger, Joseph Lieberman dan Madeleine Albright (bekas-bekasSetiausaha Negara AS); Alan Greenspan (bekas pengerusi Rizab Persekutuan AS dibawah Reagan, Bush, Clinton dan Bush); Maxim Litvinov (bekas Menteri Luar SovietUnion); David Marshal (bekas Ketua Menteri pertama Singapura); Isaac Isaacs(bekas Gabenor Jeneral Australia); Benjamin Disraeli (negarawan dan penulisBritian); Yevgeny Primkov (bekas Perdana Menteri Rusia dan bekas jeneral KGB);Jorge Sampaio (bekas Presiden Portugal); Herb Gray (bekas Timbalan PerdanaMenteri Kanada); Pierre Mendes (Perdana Menteri ke-143 Perancis); Michael Howard(bekas Setiausaha Negara British); Bruno Kreisky (bekas Canselor Austria) danRobert Rubin (bekas Setiausaha Perbendaharaan AS).
Dalam dunia media, orang Yahudi yang terkemuka ialah Wolf Blitzer ( CNN );Barbara Walters ( ABC News ); Eugene Meyer ( Washington Post ); Henry Grunwald(Ketua Editor Time ); Katherine Graham (penerbit The Washington Post ); JosephLelyyeld (Editor Eksekutif, The New York Times ) dan Max Frankel ( The New YorkTimes ). Dermawan dan penyangak mata wang, George Soros ialah Yahudi. Dia menderma AS$4bilion untuk membantu ahli sains dan universiti serata dunia. Walter Annenberg menderma untuk membina ratusan perpustakaan berjumlah AS$2bilion. Di Olimpik, Mark Spitz membolot tujuh pingat emas. Lenny Krayzelburg ialahpemegang tiga kali pingat emas Olimpik. Spitz Krayzelburg dan Boris Beckeradalah Yahudi.
Tahukah anda bahawa pelakon pujaan Harrison Ford, George Burns, Tony Curtis, Charles Bronson, Sandra Bullock, Billy Cystal, Woody Allen, Paul Newman, PeterSellers, Dustin Hoffman, Michael Douglas, Ben Kingsley, Kirk Douglas, WillianShatner, Jerry Lewis dan Peter Falk semuanya Yahudi? Tambahan lagi, Hollywood sendiri diwujudkan oleh orang Yahudi. Antara pengarahdan penerbit, Steven Spielberg, Mel Brooks, Oliver Stone, Aaron Spelling (Beverly Hills 90210 ), Neil Simon ( The Odd Couple ), Andrew Vaina ( Rambo 1-2-3 ), Michael Man ( Starsky and Hutch ), Milos Forman ( One Flew Over The Cuckoo's Nest ), Douglas Fairbanks ( The Thief Of Baghdad ) and Ivan Reitman ( Ghostbusters ) - semuanya adalah Yahudi.
Mempengaruhi Washington yang merupakan ibu negara Amerika Syarikat, mempunyai satu pertubuhan lobi yang amat berkuasa. Ia dikenali sebagai Jawatankuasa Hal Ehwal Awam Amerika Israel (AIPAC) yang berupaya mempengaruhi Kongres meluluskan resolusi memuji dan 'membuat apa saja' demi Israel. Tahukah lagi bahawa William James Sidis dengan IQ 250-300 ialah manusia tercerdik. Dia ialah Yahudi.
Jadi, mengapa mereka ini terlalu berkuasa? Jawapannya: Pendidikan, pelajaran, ilmu. Mengapa umat Islam terlalu lemah? Dianggarkan 1,476,233,470 Muslim di atas muka bumi Allah ini. Satu bilion diAsia, 400 juta di Afrika, 44 juta di Eropah dan enam juta di Amerika. Setiaplima insan manusia ialah Muslim. Setiap seorang Hindu ada dua orang Islam,setiap seorang Buddha ada dua orang Islam dan setiap seorang Yahudi ada beratus orang Islam.
Mengapa orang Islam terlalu lemah? Ini jawapannya: Terdapat 57 negara anggota OIC dan jika dicampur semua cuma adakira-kira 500 buah universiti; atau sebuah universiti untuk setiap tiga jutaorang Islam. AS mempunyai 5,758 universiti dan India ada 8,407. Pada 2004, Shanghai JiaoTong Universiti membuat kajian 'Kedudukan Akademik Universiti-universi tiDunia' - dan menakjubkan - tiada satu pun universiti-negara Islam yang berada di puncak 500.
Data yang dikumpul dari UNDP, tahap celik huruf di negara maju ialah hampir 90peratus dan 15 negara itu mempunyai 100 peratus celik huruf. Negara majoritipenduduk Islam, purata kadar celik huruf ialah sekitar 40 peratus dan tiadanegara yang mempunyai 100 peratus semuanya celik huruf. Sekitar 98 peratus penduduk di negara maju menamatkan sekurang-kurang sekolah rendah, sementara hanya 50 peratus di negara majoriti Islam. Sekitar 40 peratus penduduk di negara maju memasuki universiti, sementara hanya 2 peratus di negara majoriti Islam. Negara-negara majoriti Islam mempunyai 230 ahli sains bagi setiap (per) sejutapenduduk. Di AS 4,000 per sejuta, Jepun 5,000 per sejuta.
Di seluruh negara Arab, penyelidik sepenuh masa ialah 35,000 dan hanya 50 juruteknik per sejuta(berbanding di negara maju 1,000 juruteknik per sejuta). Negara Islam membelanjakan 0.2 peratus daripada KDNK untuk penyelidikan danpembangunan (R&D) sebaliknya, di negara maju membelanjakan 5 peratus daripada KDNKnya.
Kesimpulan: Dunia Islam kurang keupayaan untuk menghasilkan ilmu pengetahuan. Akhbar harian yang dibaca oleh setiap 1,000 orang dan jumlah judul buku yangdibaca oleh setiap sejuta orang adalah dua angka tunjuk bagi menentukan sama adailmu pengetahuan disalurkan ke dalam masyarakat. Di Pakistan, hanya ada 23 akhbar harian per 1,000 rakyat Pakistan sementara nisbah di Singapura ialah 360. Di UK, jumlah judul buku per juta orang ialah 2,000 sementara di Mesir ialah 20.
Kesimpulan: Dunia Islam gagal menyalurkan ilmu pengetahuan. Yang menariknya, jumlah terkumpul KDNK tahunan 57 buah negara ahli OIC ialah dibawah AS$2 trilion. Amerika sahaja, menghasilkan barangan dan perkhidmatanbernilai AS$12 trilion, China AS$8 trilion, Jepun AS$3.8 trilion dan JermanAS$2.4 trilion. Pengeluar minyak yang kaya, Arab Saudi, UAE, Kuwait, Qatar secara rangkuman menghasilkan barangan dan perkhidmatan (rata-rata minyak) bernilai AS$500bilion; Sepanyol sahaja menghasilkan barangan dan perkhidmatan bernilai lebihAS$1 trilion, Poland AS$489 bilion dan Thailand AS$545 bilion.
Jadi, mengapa orang Islam tidak berkuasa dan orang Yahudi paling berkuasa? Jawapannya ialah: Kurangnya ilmu. Kurangnya pendidikan dan kurangnya pelajaran. See all the ways you can stay connected to friends and family.
Thursday, January 08, 2009
KISAH LIMA PERKARA ANEH

Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahwa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara. Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang negkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya."
Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur 'Alhamdulillah'.
Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut.Maka berkatalah Nabi itu, "Aku telah melaksanakan perintahmu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disadari oleh Nabi itu yang mangkuk emas itu terkeluar semula dari tempat ia ditanam.
Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung helang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Allah, tolonglah aku."Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung helang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku."
Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, iaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pehanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, helang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini."
Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahawa, "Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu. Kedua; semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat; jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat. Kelima; bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah."
Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa saja berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengata hal orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka mengata hal orang lain. Haruslah kita ingat bahwa kata-mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu."
Maka berfirman Allah S.W.T., "Ini adalah pahala orang yang mengata-ngata tentang dirimu." Dengan ini haruslah kita sedar bahwa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh kerana itu, hendaklah kita jangan mengata hal orang walaupun ia benar.
Kiriman : Akhi E-1
Sunday, January 04, 2009
Kisah Bumi Dan Langit

Adapun terjadinya peristiwa Israk dan Mikraj adalah kerana bumi merasa bangga dengan langit. Berkata dia kepada langit, "Hai langit, aku lebih baik dari kamu kerana Allah S.W.T. telah menghiaskan aku dengan berbagai-bagai negara, beberapa laut, sungai-sungai, tanam-anaman, beberapa gunung dan lain-lain."Berkata langit, "Hai bumi, aku juga lebih elok dari kamu kerana matahari, bulan, bintang-bintang, beberapa falah, buruj, 'arasy, kursi dan syurga ada padaku."Berkata bumi, "Hai langit, ditempatku ada rumah yang dikunjungi dan untuk bertawaf para nabi, para utusan dan arwah para wali dan solihin (orang-orang yang baik)."
Bumi berkata lagi, "Hai langit, sesungguhnya pemimpin para nabi dan utusan bahkan sebagai penutup para nabi dan kekasih Allah seru sekalian alam, seutama-utamanya segala yang wujud serta kepadanya penghormatan yang paling sempurna itu tinggal di tempatku. Dan dia menjalankan syari'atnya juga di tempatku."Langit tidak dapat berkata apa-apa, apabila bumi berkata demikian. Langit mendiamkan diri dan dia mengadap Allah S.W.T dengan berkata, "Ya Allah, Engkau telah mengabulkan permintaan orang yang tertimpa bahaya, apabila mereka berdoa kepada Engkau. Aku tidak dapat menjawab soalan bumi, oleh itu aku minta kepada-Mu ya Allah supaya Muhammad Engkau dinaikkan kepadaku (langit) sehingga aku menjadi mulia dengan kebagusannya dan berbangga."
Lalu Allah S.W.T mengabulkan permintaan langit, kemudian Allah S.W.T memberi wahyu kepada Jibrail A.S pada malam tanggal 27 Rejab, "Janganlah engkau (Jibrail) bertasbih pada malam ini dan engkau 'Izrail jangan engkau mencabut nyawa pada malam ini."Jibrail A.S. bertanya, " Ya Allah, apakah kiamat telah sampai?"Allah S.W.T berfirman, maksudnya, "Tidak, wahai Jibrail. Tetapi pergilah engkau ke Syurga dan ambillah buraq dan terus pergi kepada Muhammad dengan buraq itu."Kemudian Jibrail A.S. pun pergi dan dia melihat 40,000 buraq sedang bersenang-lenang di taman Syurga dan di wajah masing-masing terdapat nama Muhammad. Di antara 40,000 buraq itu, Jibrail A.S. terpandang pada seekor buraq yang sedang menangis bercucuran air matanya. Jibrail A.S. menghampiri buraq itu lalu bertanya, "Mengapa engkau menangis, ya buraq?"
Berkata buraq, "Ya Jibrail, sesungguhnya aku telah mendengar nama Muhammad sejak 40 tahun, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam hatiku dan aku sesudah itu menjadi rindu kepadanya dan aku tidak mahu makan dan minum lagi. Aku laksana dibakar oleh api kerinduan."Berkata Jibrail A.S., "Aku akan menyampaikan engkau kepada orang yang engkau rindukan itu."Kemudian Jibrail A.S. memakaikan pelana dan kekang kepada buraq itu dan membawanya kepada Nabi Muhammad S.A.W. Wallahu'alam.
Buraq yang diceritakan inilah yang membawa Rasulullah S.A.W dalam perjalanan Israk dan Mikraj.
Kiriman : Akhi Ismail
Sunday, December 21, 2008
Hijrah 1430 : Antik Atau Penyakit ?

Maal hijrah datang lagi, bermakna sudah berlalu setahun dari tahun yang sebelumnya. Rasa macam semalam segala berlaku, rupanya sudah lama. Rasanya baru kita menjejakkan kaki ke dunia, rupanya sudah banyak perkara yang kita lalui dan tempuhi. Bila semakin jauh perjalanan usia, maka semakin dekatlah destinasinya. Bermakna bertambahlah lembaran buku catatan kita tetapi lembaran yang mana? Yang negatif atau yang positif, semuanya dicatat dengan setia oleh dua malaikat yang ditugaskan di kiri dan kanan kita.
Kerana itu Maal Hijrah jadi begitu bererti bagi yang hendak baiki diri. Sempena memperingati hijah Rasulullah dari Makkah ke Madinah, kita ambil peluang untuk turut berhijrah bersama. Hijrah kita bukan naik unta, mencari tempat yang selamat untuk menyembah Tuhan tetapi hijrah kita adalah hijrah hati. Bukan tempat jadi halangan untuk besarkan Tuhan tapi hati yang belum tertempa untuk jinak dan bermanja dengan penciptaNya. Kerana itu hatilah yang perlu berhijrah. Hijrah tanpa unta, tanpa perlu berjalan di tengah panas, tanpa perlu takut di kejar musuh, tapi... Hijrah dari alam gelap kepada alam cahaya, alam leka kepada alam jaga, alam fantasi kepada alam realiti. Inilah kehidupan sementara sebelum kita hadir ke alam hakiki yang kekal abadi.
Kita perlu berhijrah, dari sekecil-kecil perkara hinggalah kepada sebesar-besarnya. Mulalah dari yang kecil, kerana yang kecil itulah membentuk yang besar. Hijrahlah dari sikap tak baik kita kepada sikap yang baik. Terutama dalam soal diri kita sendiri, terlalu banyak soal tak baik yang kita masih jaga dengan baik.
Ibarat pindah ke rumah baru, dari rumah lama. Dalam packing barang tu, tentulah banyak sampah sarap, barang-barang lama yang kita tak berkenan lagi, kita jumpa. Barang-barang lama ni, takkanlah kita nk bawa sekali pindah, yang tak perlu seperti periuk yang dah tembus, tayar basikal lama, kain buruk, pinggan-mangkuk yang retak dan sumbing, kotak-kotak lama, kerusi yang dah patah riuk buat apa nak disimpan lagi. Tempat buang sampahlah selayaknya. Hanya yang baik-baik dan berguna saja kita bawa ke rumah baru.
Begitulah juga dengan penghijrahan diri yang sepatutnya. Nak masuk tahun baru ni, sikap-sikap yang berserabut dan berdebu tu, eloklah kita buang dan bersihkan. Suka merajuk, suka menunjuk, suka menyibuk, suka menyampuk, suka mengutuk, suka mengamuk dan pelbagai lagi kesukaan kita yng tak elok tu, janganlah kita simpan ibarat memelihara barang antik yang makin disimpan makin berharga. Kita perasan cantik dan antik, tapi orang lain naik jelik melihatnya.
Tapi pandanglah seperti penyakit kanser, makin dipendam semakin parah. Kalau bukan kita yang nak membuangnya, siapa lagi? Doktor hanya boleh membedah dan mengubatinya dengan kemahuan dan keizinan kita. Kalau kita masih sayang dan nak sehidup semati dengannya... apakan daya..
Kerana itu, sempena Tahun Baru Hijrah yang akan menjelma nanti, sambutlah dengan azam dan semangat yang baru... dari yang tak baik berhijrahlah kepada yang baik. Dari yang dah baik, kepada yang lebih baik. Minat mengumpul dan menyimpan sikap antik, eloklah diganti dengan usaha memulihkan penyakit, sebelum hijrah kita yang terakhir... dari dunia yang fana ini ke Alam Baqa yang kekal abadi. Inilah hijrah besar yang tiada lagi hijrah-hijrah selepasnya dan tiada lagi ’excuse’ untuk kita!
Kerana itu Maal Hijrah jadi begitu bererti bagi yang hendak baiki diri. Sempena memperingati hijah Rasulullah dari Makkah ke Madinah, kita ambil peluang untuk turut berhijrah bersama. Hijrah kita bukan naik unta, mencari tempat yang selamat untuk menyembah Tuhan tetapi hijrah kita adalah hijrah hati. Bukan tempat jadi halangan untuk besarkan Tuhan tapi hati yang belum tertempa untuk jinak dan bermanja dengan penciptaNya. Kerana itu hatilah yang perlu berhijrah. Hijrah tanpa unta, tanpa perlu berjalan di tengah panas, tanpa perlu takut di kejar musuh, tapi... Hijrah dari alam gelap kepada alam cahaya, alam leka kepada alam jaga, alam fantasi kepada alam realiti. Inilah kehidupan sementara sebelum kita hadir ke alam hakiki yang kekal abadi.
Kita perlu berhijrah, dari sekecil-kecil perkara hinggalah kepada sebesar-besarnya. Mulalah dari yang kecil, kerana yang kecil itulah membentuk yang besar. Hijrahlah dari sikap tak baik kita kepada sikap yang baik. Terutama dalam soal diri kita sendiri, terlalu banyak soal tak baik yang kita masih jaga dengan baik.
Ibarat pindah ke rumah baru, dari rumah lama. Dalam packing barang tu, tentulah banyak sampah sarap, barang-barang lama yang kita tak berkenan lagi, kita jumpa. Barang-barang lama ni, takkanlah kita nk bawa sekali pindah, yang tak perlu seperti periuk yang dah tembus, tayar basikal lama, kain buruk, pinggan-mangkuk yang retak dan sumbing, kotak-kotak lama, kerusi yang dah patah riuk buat apa nak disimpan lagi. Tempat buang sampahlah selayaknya. Hanya yang baik-baik dan berguna saja kita bawa ke rumah baru.
Begitulah juga dengan penghijrahan diri yang sepatutnya. Nak masuk tahun baru ni, sikap-sikap yang berserabut dan berdebu tu, eloklah kita buang dan bersihkan. Suka merajuk, suka menunjuk, suka menyibuk, suka menyampuk, suka mengutuk, suka mengamuk dan pelbagai lagi kesukaan kita yng tak elok tu, janganlah kita simpan ibarat memelihara barang antik yang makin disimpan makin berharga. Kita perasan cantik dan antik, tapi orang lain naik jelik melihatnya.
Tapi pandanglah seperti penyakit kanser, makin dipendam semakin parah. Kalau bukan kita yang nak membuangnya, siapa lagi? Doktor hanya boleh membedah dan mengubatinya dengan kemahuan dan keizinan kita. Kalau kita masih sayang dan nak sehidup semati dengannya... apakan daya..
Kerana itu, sempena Tahun Baru Hijrah yang akan menjelma nanti, sambutlah dengan azam dan semangat yang baru... dari yang tak baik berhijrahlah kepada yang baik. Dari yang dah baik, kepada yang lebih baik. Minat mengumpul dan menyimpan sikap antik, eloklah diganti dengan usaha memulihkan penyakit, sebelum hijrah kita yang terakhir... dari dunia yang fana ini ke Alam Baqa yang kekal abadi. Inilah hijrah besar yang tiada lagi hijrah-hijrah selepasnya dan tiada lagi ’excuse’ untuk kita!
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)








